Tak Berkategori

MENGOLAH “JAHE MERAH SEMAR (SEHAT MAREM)” BERSAMA TIM PEGUNDAN

PEMALANG – Minggu (13/01/2018) Mahasiswa KKN Undip Tim I 2019 wilayah Desa Pegundan melakukan praktek pengolahan jahe merah “SEMAR (Sehat Marem)” di kediaman Bapak Karyono.

Bapak Karyono merupakan warga Desa Pegundan yang memiliki Tempat Belajar Masyarakat “Sari Husada” dan memulai usaha produk olahan jahe merah yang merupakan salah satu komoditas desa. Jahe merah yang membutuhkan teknik tertentu dalam proses penanaman serta menghendaki kondisi lingkungan yang sesuai, membuat jahe merah sulit ditemukan dan memiliki harga yang cukup mahal.

Dengan secangkir seduhan jahe merah rasa kopi yang disuguhkan pada tim Desa Pegundan, Bapak Karyono menceritakan pengalaman sebelum akhirnya mulai merintis pengolahan jahe merah. Beliau yang awalnya hanya menanam jahe merah untuk diijual secara mentah, menemukan kesulitan karena ketahanan jahe yang tidak lama, sehingga Bapak Karyono memutuskan untuk menjual jahe merah yang sudah diolah. Jahe merah yang dipercaya memiliki banyak manfaat bagi tubuh diolah menjadi seduhan instan tanpa bahan pengawet.

Usai obrolan singkat, Bapak Karyono beserta istri mengajak Tim Desa Pegundan untuk ikut membuat olahan serbuk jahe merah.

Bahan baku yang digunakan di antaranya jahe merah, serai merah dan putih, kayu  manis, cabai jawa, merica, dan bahan rempah lainnya. Karena produk ini tanpa bahan kimia, bahan yang digunakan untuk menjaga keawetan adalah gula.

Proses pembuatan produk masih manual, dari proses memeras sari jahe merah hingga pengemasan. Sari jahe merah direbus selama ±1½ jam hingga air menguap dan menyisakan kristal jahe sebelum kemudian diayak.

Proses Mengaduk Sari Jahe Merah Hingga Menjadi Kristal Jahe Merah

Jika sudah dingin, maka jahe siap menuju proses pengemasan.

Bapak Karyono mengatakan tujuan berbagi pengetahuan kepada mahasiswa selain untuk berbagi pengalaman dan mengajarkan menciptakan lapangan kerja sendiri juga mengharapkan kritik dan saran inovasi mahasiswa dalam pengembangan produk.

Ditulis oleh: Tiara Hasna Salsabila

Desa Pegundan, 19 Januari 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *